• 3

    Mar

    Setelah 22 Februari...

    Hari minggu itu pun tiba, ada banyak emosi yang terluapkan dan bercampur aduk. Ya, beginilah nasib ku yang menerima perjodohan ini. Segala aturan permintaan keluarga besar harus aku lakukan, meskipun hati kecil ini menginginkan ada hal-hal yang bisa aku lakukan sesuai keinginan ku.. Hhhhh. Desah nafas ini tak henti menghela dalam dan lama acara itu tak sepenuhnya aku ikutin karena aku lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar ku. Diam. Dan merenung Keluarga besar pria itu pun datang ke rumah ku, disambut dengan penuh hangat oleh keluarga besar ku. Namun dirinya tak hadir, karena jadwal cuti yang tak bisa diperoleh dari kantornya. Ahk, bagikupun tetap tak masalah kehadiran nya atau pun tidak, toh tak mengubah apapun. Namun di acara lamaran itu akhirnya ditentukan keputusan bahwa pen
  • 1

    Feb

    Bulan ini begitu aneh...

    3 hari yang lalu aku barusan mendapat info yang akhirnya cukup membuat hati ku semakin deg-degan… dari salah seorang keluarga ku yang membuat perjodohan ini terlaksana aku mendapat kabar bahwa tanggal 22 Februari ini acara lamaran sekaligus proses hantaran akan dilaksanakan. Aneh nya sewaktu hal ini aku konfirmasikan pada sosok pria yang dijodohkan, dia sendiri bahkan sama sekali tidak mengetahui tentang ini. Ahk, semakin aku dilanda kebingungan… aku tau dia pasti sangat sibuk dengan pekerjaan dan jabatan barunya, tapi tentunya tidak ada alasan untuk sama sekali tidak peduli dengan momen-momen yang penting bagi kelangsungan perjalanan kami ke depan. Hmmhh… bila yang dicari dalam sebuah komitmen adalah bukan karena rasa cinta dan kasih, melainkan ahklak nya, apakah aku j
  • 13

    Jan

    perjalanan semakin dekat...

    Awal tahun, seharusnya merupakan perjalanan awal yang membahagiakan. Namun tak begini yang kurasa… 2009, bulan demi bulan disini pun akan terlewati. Seperti menjerat nafasku dengan ikatan dalam ijab kabul… berkali-kali sang calon ibu mertua menelfon diriku, menanyakan kabar dan kesehatan ku… mencemaskan aku bila bepergian jauh… sangat menyentuh hati. Namun tak begitu yang kurasa pada dirinya… pria asing yang tak pernah ku mengerti apa maunya. Dia memilih aku, untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun yang tak kumengerti mengapa tak pernah sedikitpun hati kami merasakan sesuatu yang menurut orang lain adalah dasar dalam sebuah pernikahan…? Ya, kami tak pernah merasakan cinta. Dia merancang banyak hal untuk masa depan. Tentang karier dan niat nya untuk se
  • 14

    Dec

    tatkala berbicara...

    Kesempatan kami untuk bertemu jelas tak ada. Jarak kota yang terlalu jauh membuat kami makin terpisah dalam kesendirian masing-masing… Saat teknologi yang begitu canggih nya jaman sekarang ini, kenyataan susahnya sinyal harus memaksa aku menerima bahwa obrolan dua jiwa begitu berharganya. Pagi ini, setelah dua tiga kali berkirim sms, tak lama hp pun berdering dari dirinya… dibanding waktu-waktu sebelumnya, jelas durasi obrolan telah mencapai 1 jam 24 menit memecahkan rekor obrolan terlama antara kami berdua. Namun… kami tak sedikitpun berbicara tentang hati… Tentang cinta ataupun rasa mencekam bergelayut rindu pada rentang waktu… tak ada kata-kata itu terlontar diantara kami. Dia hanya bercerita tentang pekerjaannya, kebun sawit, jenis-jenis tanah gambut d
  • 11

    Dec

    aku buta dan asing...

    Bila kini aku melangkah, ini semata karna rasa takut ku pada Allah Karna aku telah menolak nikmat-Nya bila aku berpaling. Bila nanti aku ragu menapakkan kaki di depan, karna hidup pasti tak semudah itu bila bersama melewati tanpa benih cinta sedikitpun.. Harusnya aku tenang, berharap ini sebuah ketakutan biasa namun semakin waktu berjalan, aku semakin merasakan beratnya berhadapan di dunia baru yang teramat luas karna pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, melainkan seluruh jiwa dan hati kedua keluarga Bagaimana aku melewati dan menenangkan rasa cemas ini, kala aku tak mampu berkata banyak untuk menunjukkan bahwa aku adalah airmata yang siap menetes kala memohon doa restu kelak memohon kekuatan dari Allah dan kedua orangtua ku Bahwa hari itu ya hari itu, aku bukan hanya seorang a
  • 7

    Dec

    (ketika gelang ini ku kenakan...)

    Seharusnya aku biasa saja saat melihat gelang ini hanya sebuah gelang emas seperti kebanyakan perhiasan yang lain. Tapi saat melihat ini telah berada dalam genggaman ku, semakin perih kebebasan yang kurasa Perlahan namun pasti, mencekik aku dan menertawakan aku Haha, rasakan ini perempuan! Tak lama lagi engkau pun harus pergi meninggalkan impian mu, mereguk indahnya kesendirian yang selama ini kau nikmati Sebentar lagi engkau akan bersama dirinya, tak mungkin kau lari Kerongkongan ini semakin tercekat, nafas memburu inikah yang aku minta? Mengapa aku tak pernah siap untuk sebentuk khayalan ku kala belasan tahun yang lalu bersama teman-teman ku yang lain? Mungkinkah karna cinta it...
  • 6

    Dec

    seharusnya tak perlu sepi...

    Malam ini terasa begitu sepi… ntah aku yang terlalu tenggelam mengikuti gelapnya rembulan, atau hati ini yang tak pernah mampu bercerita… mampukah aku bertahan? tanpa cinta…?? Aku tak pernah mengenalnya, hanya segaris goresan wajah samar yang terlihat dari kilasan pertemuan bertahun-tahun yang lalu… Namun kini ia datang, membawa segenap rasa takut pada diri ku. Ia pasti kelak mengusik kesendirian ku, membawa ku berkelana… mengajak aku untuk menemani hari-hari nya, membuatkannya teh di kala senja… dan itu kulakukan tanpa cinta… tanpa rasa… ow betapa galau sendi-sendi ku kala mengingat hari… yang semakin dekat… aku ingin lari, menangis dan berkeluh kesah… namun mereka tak pernah mengerti, bahwa aku terlalu takut melewati
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post